Kuliah
Di awal mata kuliah ini, kita telah mempelajari imbauan Petrus kepada semua orang percaya untuk siap dan mampu memberi alasan atas pengharapan yang mereka miliki di dalam Kristus. Kita juga telah mempelajari ayat-ayat lain yang mendukung panggilan untuk membela iman Kristen serta beberapa contoh dalam Perjanjian Baru mengenai orang-orang yang terlibat dalam praktik tersebut. Membela apa yang kita yakini sebagai orang Kristen adalah sebuah aspek yang sangat praktis dalam perjalanan kita bersama Allah. Itu tidak hanya menguatkan alasan mengapa kita memercayai apa yang kita percayai, tetapi juga menyatakan kesaksian bahwa apa yang kita percayai itu memang benar.
Menurut James D. Kennedy dan Jerry Newcombe, dunia berutang budi kepada agama Kristen atas banyaknya lembaga dan kenyataan yang telah dihasilkannya, yang saat ini kita terima begitu saja. Di dalam buku berjudul What If Jesus Had Never Been Born, mereka berkata, “Terlepas dari asal-usulnya yang sederhana, Gereja telah mengadakan lebih banyak perubahan demi kebaikan di dunia daripada semua gerakan atau kekuatan lain di dalam sejarah.” Mereka melanjutkan dengan membuat sebuah daftar kontribusi positif agama Kristen sejak awal, meliputi rumah sakit dan universitas dalam budaya Barat, pemberantasan buta huruf dan penyelenggaraan pendidikan masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, pengangkatan derajat wanita dan orang-orang biasa, penghargaan tinggi terhadap kehidupan manusia, menerjemahkan banyak bahasa di dunia ke dalam bentuk tulisan, dan mengubahkan kehidupan banyak orang sehingga memiliki pengharapan akan kehidupan kekal. Mengingat dampak-dampak gereja terhadap dunia tersebut, penting bagi kita untuk terus memberitakan pesannya kepada orang lain dan membelanya dengan segala cara.
Dalam perjalanan mata kuliah ini, kita telah menemukan bahwa untuk memenuhi panggilan Petrus agar kita memberi jawaban atas apa yang kita percayai, kita harus dapat membahas beberapa topik besar, beberapa di antaranya berkaitan dengan agama Kristen dan topik-topik lain yang berkaitan dengan cara pandang kita terhadap dunia.
Topik pertama yang kita bahas adalah keberadaan Allah, yang merupakan pertanyaan paling mendasar yang dapat diajukan di dalam hidup ini. Pertanyaan apakah Allah itu ada atau tidak berdampak sangat besar terhadap bagaimana seseorang menjalani hidup dan memperlakukan orang lain. Kita telah menyelidiki beberapa argumen yang mendukung keberadaan Allah dan menantang teori-teori yang diajukan oleh Ateisme.
Topik kedua membahas keandalan Alkitab sebagai sumber kebenaran historis. Dapatkah kita mempercayai apa yang dikatakan Alkitab, dan apakah itu akurat secara historis? Di dalam pelajaran ini, kita telah melihat bahwa teks Alkitab dikonfirmasi oleh penemuan-penemuan arkeologis, penyebarluasan teks dari kitab-kitab yang membentuk Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan penggenapan-pengenapan nubuat.
Topik ketiga berkaitan dengan keakuratan sejarah kebangkitan Yesus. Apakah itu benar-benar terjadi? Di dalam pelajaran ini, kita telah membahas beberapa teori yang berusaha menolak peristiwa kebangkitan itu dan bagaimana setiap teori tersebut telah gagal. Sebagai gantinya, kami menyajikan beberapa bukti bahwa kebangkitan Yesus benar-benar terjadi seperti yang dicatat di dalam kitab-kitab Injil dan bagaimana beritanya sudah beredar luas hanya beberapa tahun setelah kejadiannya.
Topik keempat yang telah dibahas adalah kemunafikan di dalam gereja. Ketika orang Kristen berperilaku tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan mereka percayai, itu dapat dipakai sebagai dalih menentang agamanya. Di dalam pelajaran ini, kita melihat kebutuhan menjalani hidup yang benar sesuai dengan apa yang Alkitab ajarkan, dan belajar bahwa kemunafikan tidak hanya terdapat di dalam gereja. Setiap orang menunjukkan kemunafikan di dalam hidup mereka.
Topik kelima membahas kesempurnaan pengaturan alam semesta yang menyatakan adanya Pencipta.
Meski ilmu pengetahuan dan iman sepertinya saling bertentangan, banyak orang dalam komunitas ilmiah mengakui bahwa alam di sekitar kita berada dalam parameter yang sangat spesifik, yang jika diubah bahkan sedikit saja, itu akan menyebabkan kehidupan berhenti ada.
Topik keenam dan terakhir membahas pertanyaan mengapa Allah yang mahabaik dan mahakuasa membiarkan kejahatan dan penderitaan di dunia. Meski penderitaan adalah bagian dalam pengalaman hidup sehari-hari, dari manakah asalnya penderitaan itu, dan mengapa itu diizinkan terus ada? Di dalam pelajaran ini, kita telah membagi kejahatan ke dalam dua kategori—kejahatan moral dan kejahatan natural—dan menemukan bahwa keduanya adalah hasil dari pemberontakan manusia terhadap Allah. Kejahatan moral mewakili tindakan manusia terhadap manusia lainnya, sedangkan kejahatan natural (bencana-bencana alam) adalah hasil dari dunia yang telah jatuh ke dalam dosa, yang menunggu dipulihkan.
Beranjak dari keenam topik yang penting tersebut, telah dikatakan bahwa agar sebuah sistem kepercayaan dianggap sah, itu harus menjawab lima pertanyaan filosofis agung di dalam hidup: asal-usul, makna, kondisi, keselamatan, dan takdir. Hanya agama Kristen yang dapat menjawab semua pertanyaan itu dengan baik, baik secara individual maupun secara koheren. Kita menemukan jawaban untuk setiap pertanyaan tersebut dalam perjumpaan Paulus dengan sejumlah pemimpin di Atena di dalam Kisah Para Rasul 17. Di situ ia memperkenalkan mereka kepada Allah yang Tidak Dikenal. Mari kita lihat masing-masing pertanyaan tersebut dan jawaban Paulus.
Pertanyaan tentang asal-usul berkata, “Dari mana segala sesuatu berasal?” Ketika kita berpikir tentang dunia tempat kita hidup dan pengaturan sempurna, yang memungkinkan kehidupan berlangsung di dalam dunia, kita mungkin bertanya bagaimana semua itu bisa terjadi. Itu tidak terjadi begitu saja, dan tidak mungkin itu selalu ada di sini. Paulus menjawab pertanyaan tersebut di dalam Kisah Para Rasul 17:24 bahwa Allah yang menciptakan dunia dan segala isinya. Di dalam Kolose 1:17, Paulus lebih jauh lagi mengatakan bahwa Yesus menyatukan segala sesuatu, dari tingkat makro hingga mikro dalam kehidupan. Dan, seperti yang telah kita lihat, pemazmur mengatakan bahwa ciptaan itu sendiri bersaksi tentang pekerjaan tangan Allah.
Pertanyaan tentang makna berkata, “Mengapa aku ada di sini?” dan “Apa tujuan hidupku?” Ini adalah pertanyaan-pertanyaan besar yang akhirnya ditanyakan oleh semua orang kepada dirinya sendiri. Paulus menjawab dengan mengatakan bahwa tujuan utama manusia di dalam hidup ini adalah mencari Allah dan mengenal Dia. Di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mencatat bahwa ia telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengenal dan mengikut Kristus. Pengejaran terbesar yang dapat dilakukan seseorang adalah mengenal Allah dalam arti yang sesungguhnya. Bila berhasil melakukannya, semua yang lain akan menjadi beres.
Pertanyaan tentang kondisi berkata, “Mengapa dunia ini kacau seperti sekarang ini?” dan “Mengapa saya seperti ini?” Fakta bahwa umat manusia, selain Kristus, telah mengalami kejatuhan adalah salah satu realitas kehidupan yang paling nyata. Bagi banyak orang, pertanyaan tentang kondisi umat manusia adalah salah satu pertanyaan terpenting yang dapat diajukan tentang dunia sekitar dan keadaan mereka sendiri. Menurut Socrates, kehidupan yang tidak direnungkan tidak layak untuk dijalani. Dalam beberapa kata pertama dari Kisah Para Rasul 17:30, Paulus menggambarkan sebuah masa ketidaktahuan, yaitu keadaan di mana manusia tidak mengenal Allah. Itu dengan sempurna menggambarkan kondisi manusia di sepanjang sejarah: manusia bertindak sesuai dengan natur dan agendanya sendiri karena mereka tidak mengetahui atau memahami natur dan agenda Allah. Untuk memperbaiki kondisi kita yang ada dalam dosa, kita harus beralih ke pertanyaan berikutnya mengenai keselamatan.
Keselamatan berarti dilepaskan dari sebuah situasi atau keadaan. Dengan demikian, pertanyaan tentang keselamatan berkata, “Bagaimana dunia ini dapat diubahkan, dan bagaimana saya dapat diubahkan?” Sekali lagi, Paulus memiliki jawabannya. Di bagian kedua dari Kisah Para Rasul 17:30, ia berkata bahwa Allah memerintahkan agar semua orang bertobat. Pertobatan berarti perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan arah. Di dalam Perjanjian Baru, pertobatan adalah bagian penting dari keselamatan, karena di dalamnya kita berbalik dari dunia kepada Allah. Kita berbalik dari kehendak kita dan berusaha mengikuti kehendak-Nya. Keselamatan bukanlah sebuah titik waktu, melainkan titik awal sejak kita dilahirkan secara rohani hingga kita mati secara jasmani.
Terakhir, takdir mengajukan pertanyaan, “Ke mana perginya segala sesuatu?” atau “Bagaimana semuanya akan berakhir?” Meski ada banyak perdebatan di dalam gereja tentang urutan yang tepat dari peristiwa akhir zaman, Paulus memberi tahu jemaat di Athena bahwa Allah telah menetapkan suatu hari ketika Dia akan menghakimi dunia dalam kebenaran (Kis. 17:31). Alkitab menyebut hari itu sebagai hari Tuhan, sebuah titik waktu di masa depan ketika Kristus datang kembali dan memperbaiki semua kesalahan yang telah dilakukan.
Hanya agama Kristen yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas secara konsisten dan komprehensif. Alkitab memiliki jawaban atas semua pertanyaan manusia tentang kehidupan; dan adalah tanggung jawab orang percaya menyampaikan jawaban-jawaban tersebut kepada semua orang yang bertanya.
Sekarang, setelah Anda memiliki pemahaman dasar tentang apa itu Apologetika Kristen dan apa yang Alkitab katakan tentang hal itu, Anda siap untuk melanjutkan studi Anda. Saya sarankan agar Anda terus memperluas dan memperdalam pemahaman Anda tentang Apologetika Kristen secara umum dengan membaca penyelidikan-penyelidikan lain terkait topik ini atau menggali lebih dalam salah satu topik yang telah dibahas dalam pelajaran-pelajaran sebelumnya.
Untuk membantu pembelajaran Anda di masa depan, kami menyertakan sebuah daftar pustaka di dalam mata kuliah ini. Buku-buku tersebut disusun berdasarkan topik, dan sebagian besar dapat dibeli secara daring atau di toko-toko buku setempat. Buku-buku yang sudah tidak dicetak lagi dapat ditemukan di sebagian besar perpustakaan.
Sembari Anda terus belajar untuk memberi pembelaan atas pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus, saya berharap Anda diberkati oleh Tuhan.